Club Cooee adalah permainan social networking dalam bentuk 3D online, sangat lite alias ringan, mudah digunakan (sekali install, langsung play), tidak ribet dalam membuat account baru, terintegrasi dengan social media lainnya, dan hebatnya seluruh kemampuan 3D-nya sangat luar biasa (loadingnya lumayan cepat). Yang menariknya adalah membawa komunikasi 2 arah (chat) menjadi lebih menyenangkan.
Berbeda dengan Second Life yang menjadi pioner social networking berbasis 3D (virtual life), sangat ekslusif, dikemas sangat profesional dan mempunyai konsep yang sangat mendalam, seperti tersedianya Second Life Work, Develop hingga Education, lumayan berat karena visualisasi dari Second Life ini sangat detail.
Kalau melihat Club Cooee teringat dengan teknologi Adobe Flash, yang sekarang ini mulai redup para developer menggunakan teknologi tersebut dikarenakan proses loading yang lama, dan juga ada teknologi baru yang menjanjikan, yaitu HTML 5. Setiap web apps di online menawarkan kelebihan dan juga kelemahan dari produk tersebut, jika penasaran dengan Club Cooee, kunjungi websitenya.
So, bagaimana dengan Anda? sudah mencobakah? Disamping interaktif secara 3D, di Club Cooee juga menawarkan games-games online?
Terkadang sangat menjengkelkan saat membuka Facebook terdapat bermacam-macam barang dagangan yang memenuhi wall kita. Seni berjualan di Facebook yang saya sering lihat adalah mengupload barang jualannya dan men-tag ke relasi teman-teman yang bertujuan jika berminat langsung dapat memesan. Dan ada juga memberikan message yang didalamnya informasi tentang product yang dijual. Teknik semacam ini memang paling mudah diterapkan, tetapi sangat menjengkelkan bagi sebagian orang. Bagaimana menjual di Facebook dengan lebih elegan dalam mempromosikan product-nya?
Threadless adalah salah satu contoh dari sekian banyak seni berjualan di Facebook yang elegan dengan mengintegrasikan fasilitas gratis (free) untuk mempromosikan productnya. Seperti apakah fasilitas gratis (free) tersebut? RSS Feed dan Email Newsletter dari Google Feedbuner, Twitter, Flickr, MySpace, dan lain-lain.
Website:
Facebook:
Facebook Apps (New Teest):
Flickr:
Twitter:
RSS Feed dari Google Feedburner:
MySpace:
Kesimpulan dari contoh seni berjualan ala Threadless ini adalah:
Mengoptimalkan dan mengintegrasikan informasi via website hingga social media (free) supaya product ada dimana-mana (hukum Google: menyebar).
Meng-update dan me-maintenance social media tersebut untuk selalu tetap eksis, hal ini bertujuan agar pencarian dalam search engine dapat maksimal.
Berkomunikasi dan berinteraksi antara brand dan konsumen untuk dapat memahami dan mengetahui insight dari perilaku konsumen terhadap product tersebut.
Buatlah online campaign yang elegan dalam mengkomunikasikannya (menggabungkan unsur teknologi, art dan branding untuk pencapaian hasil maksimal)
Selain mengoptimalkan fasilitas yang gratis ini dibutuhkan sumber daya manusia untuk selalu membuat program atau campaign yang selalu berubah agar tidak membosankan dan selalu menampilkan sesuatu yang baru (fresh). Sering sekali ditemukan campaign online dilakukan hanya per 3 bulan aktif dan selanjutnya tidak pernah ada lagi. Sedangkan investasi di online tidak diukur dengan bagusnya online campaign saja pada saat lauching, tetapi karena keberadaan yang menjadikan online branding semakin kuat.
Bagaimana menurut teman-teman ada yang penambahan point dari kesimpulan ini, share with us.
Thanks to Rahman Kuncoro for the inspirations.
Ingin slideshow gratis untuk mempercantik website Anda, Slideshow Box memberikan free charge sebanyak 3 templates. Slideshow ini sudah termasuk Flash dengan AS 3, XML dan juga Javascript yang terintegrasi. Fungsi dari Slideshow Box ini adalah sebagai memberikan tampilan yang dynamic untuk menampilkan image gallery pada porfolio Anda. Silahkan mengunduh free source ini dengan meregistrasi terlebih dahulu.
Saya yakin Anda sangat tertarik dengan Augmented Reality yang memungkinkan cara yang mudah dan menakjubkan untuk mengintegrasikan koknten Digital di dunia nyata, dan mungkin anda bertanya-tanya tentang bagaimana cara mengoperasikannya. Untuk itu, Saya akan memberikan tips tentang cara sederhana menggunakan Augmented Reality ini.
Hal-hal yang dibutuhkan adalah :
Komputer dengan fasilitas Webcam
Google Sketchup 7,(don’t worry it’s free!!) anda dapat dengan mudah membuat model 3D dengan tool gratis dari Google ini.
Augmented Reality Plugin (Free Trial Version). Karena plugin ini free, anda hanya dapat menggunakannya selama 30 detik.
Langkah-langkahnya :
Install Google Sketchup 7 dan Augmented Reality Plugin (ARMedia) yang telah anda download. Namun setelah ARmedia terinstall, ARmedia tidak akan langsung menjadi plugin pada Google Sktechup, anda perlu mengkonfigurasikannya terlebih dahulu. Dengan cara, klik Configure pada ARmedia, kemudian buka file pada direktori C:\Program Files\Google\Google Sktechup 7\Plugin, setelah itu buka Google Sketchup Anda, dan Anda akan melihat logo ARmedia telah menjadi plugin pada Google Sketchup.
Sekarang silahkan membuat model 3D dengan Google Sketchup. Setelah itu print marker ARmedia ini, pastikan webcam anda telah terpasang dengan baik, kemudian arahkan marker kearah webcam anda. setelah itu anda akan melihat model 3D Augmented Reality pada monitor anda. Mudah bukan?!
ARsights
Mungkin Anda agak kecewa karena ARmedia plugin hanya dapat digunakan selama 30 detik saja. Jangan khawatir, Anda dapat mencoba ARsights. ARsights tidak jauh berbeda dengan ARmedia plugin, namun dengan menggunakan ARsights Anda dapat menggunakannya selama mungkin yang anda inginkan. Dengan ARsights Anda dapat melihat model 3D Google Earth pada desktop Anda, dan juga model 3D bangunan terkenal seperti Menara Eiffel, Piramida, Twin Tower dll.
Setelah menonton film Iron Man 2, saya sangat terkagum melihat teknologi yang dimiliki oleh Iron Man dan timbul pertanyaan dibenak saya, Apakah masa depan seperti itu? atau hanya trick visual effect belaka dalam film tersebut?. Jika merujuk dari segi pembuatan film tersebut, sudah tentu film tersebut tidak lepas dari visual effect yang sangat detail dan tidak luput dari teknologi 3D Animasi. Tetapi selain itu apakah teknologi yang ditampilkan dalam film tersebut dalam kenyataannya bener2 ada?
Jika ingin mencoba seperti gambar diatas klikdisini, yang terlebih dahulu install plugin AR pada Firefox
Yuks, kita cermati terlebih dahulu, yang kita ketahui perkembangan teknologi seperti pada mobile device yang setiap tahunnya mengalami perubahan yang sangat cepat, dari yang hanya sebagai komunikasi melalui voice dan SMS, hingga koneksi internet yang sudah menjadi basic standard pada setiap mobile device. Teknologi internet yang dahulu menggunakan kabel hingga wireless, bebas sesukanya koneksi dengan internet.
Teknologi yang sedang trend saat ini adalah teknologi touchscreen, seperti pada semua smartphone, seperti Blackberry, iPhone, Android dan lain-lain. Dan juga tidak kalah pentingnya baru – baru ini telah keluar teknologi eBook reader, seperti iPad dari Apple, Kindle eBook dari Amazon dan lain-lain yang sudah merambah kepada kemampuan multitasking dan interaktif pada interface-nya.
Pada kemajuan di perangkat lunak (software) terjadi perang OS (Operating System) yang pada era 90′an OS untuk PC (Personal Computer), seperti Linux, Windows dan Mac hingga sekarang berubah ke perang OS untuk smartphone, seperti Blackberry, Android, iPhone, Nokia dan lain-lain. Perubahan-perubahan tersebut mengarah kepada pemakaian secara individu secara maksimal.
Oke, setelah dicermati apa hubungannya dengan semua ini, kemajuan teknologi satu sama lain saling mengikat untuk mengarah kesempurnaan, kompleksitas menuju simplify. Dan dibawah ini salah satu teknologi yang terus dikembangkan yang sudah cukup lama diimpikan, yaitu Augmented Reality.
Apa sih teknologi Augmented Reality ini?
Disamping perkembangan dalam mobile device disatu sisi lain, ada teknologi yang disebut dengan Augmented Reality (AR), yaitu penggabungan antara dunia virtual dan nyata yang berinteraksi dalam 3D secara realtime yang menggunakan internet. Perangkat yang digunakan untuk mencoba teknologi ini, hanya sebuah kamera dan koneksi internet.
Apakah di Indonesia sudah menggunakan teknologi ini? Di Indonesia yang telah mencoba teknologi Augmented Reality adalah Teh Sosro (see on: YouTube), Kompas (see on: YouTube) dan LA. Lights (Marker). Walaupun masih tergolong dini teknologi ini difungsikan, tetapi teknologi ini kemungkinan dapat diimplementasikan kedalam berbagai fungsi, seperti untuk proses edukasi, presentasi prototype, informasi lokasi, games dan lain-lain.
Merujuk dari perkataan Carl Jung (salah satu psikologi dari Swiss) pernah mengatakan Your Perception is Your Projection, yang mempunyai makna, apa yang digambarkan oleh alam pikiran kita terutama alam bawah sadar (Unconscious Mind) merupakan proyeksi yang akan terwujud dimasa depan. Hal ini memungkinkan apa yang telah digambarkan pada film Iron Man, suatu saat dikemudian hari entah tahun depan atau 10 tahun kedepan teknologi tersebut akan terealisasi.
So, bagaimana dengan Anda? ada pemikiran yang lain? Ide yang lain? informasi yang lain? Share with us
Setelah makan siang selesai, salah satu teman memanggil, “gia, kemari deh, coba lihat ada TV di web”, sahut Tugiman (yang biasa dipanggil akrab dengan Thoge). Saya penasaran untuk melihat, saya membalas dengan berkata, “Paling hanya video / cuplikan acara TV yang sudah lama”.
Dan ketika melihat acara TV di web, saya agak sedikit kaget, kok bisa yah dengan memakai internet broadband Sp**dy melihat acara TV dapat secara real time streaming alias Live tidak putus-putus, biasanya yang saya tahu loading streaming lama banget. Saking penasaran saya sinkronkan dengan TV kabel langsung dan tidak beda jauh delay-nya. Untuk buffering streamingnya lumayan cepat dan kita dapat menonton/mengakses 5 station TV, seperti; RCTI, TRANS, SCTV, GLOBAL dan Mivo.TV secara random.
Selain itu saya coba menggunakan Blackberry untuk membuka Mivo.TV tersebut, dan alhasil lumayan bagus (tidak putus-putus) walaupun hanya delay beberapa second dengan yang ada di internet dengan menggunakan wifi Sp**dy untuk jaringan internetnya, tetapi disaat menggunakan salah satu provider seluler tidak dapat sama sekali atau error, dan sayangnya hanya acara Mivo TV saja
TV online yang saya maksud diatas adalah Mivo.tv yaitu salah satu penyedia dedicated server yang memberikan sample bahwa jaringannya stabil dalam streaming dengan menghadirkan TV Live streaming di online. Dengan melihat perkembangan internet yang semakin hari semakin baik, ada kemungkinan untuk kedepannya, TV online ini akan mewabah dan menjadi trend. Dan tentu saja untuk para pemain jaringan seluler menjadi sebuah peluang bisnis untuk mengoptimalkan jaringannya agar TV online dapat terealisasi di smartphone.
Bagaimana menurut Anda ada contoh yang lain? silahkan check dan share pengalaman Anda dengan kami.
Apa sajakah Social Media yang Anda miliki? Apakah Anda selalu menggunakannya setiap harinya? pertanyaan ini mungkin sangatlah tidak penting, tetapi jika Anda terjun didalam bisnis online, apakah itu sebuah korporasi / organisasi / perorangan, sudah saatnya perlahan-lahan memahami dunia internet yang kian menjadi sebuah kebutuhan setiap harinya. Karena semakin Anda memperkenalkan diri secara personal / korporasi / organisasi di internet semakin Anda terhubung satu dengan yang lainnya untuk pencapaian aktualisasi diri (Hukum Maslow) pada dunia maya. Aktualisasi diri pada dunia maya lebih cepat menyebar dan tidak perlu memerlukan biaya yang mahal, sangat murah loh.
Memiliki social media seperti Facebook atau Twitter, bukan semata-mata hanya sebatas trend sesaat (latah) ataupun ingin selalu eksis didunia maya, tetapi jika dikelola, diupdate dan dipelihara dengan baik  akan memperkuat brand personal  / korporasi / organisasi Anda dapat diketahui oleh banyak orang. Pemeliharan brand ini yang biasanya kurang dipahami oleh sebagian banyak orang / korporasi / organisasi.
Pemilihan social media pun disesuaikan dengan kebutuhan Anda, sebagai contoh Anda adalah seorang Photographer, yang Anda harus lakukan adalah memiliki sebuah Website (wajib), Blog sebagai bentuk pengekspresian diri melalui tulisan, Facebook sebagai penghubung dengan fans Anda, Twitter sebagai real time update tentang ruang lingkup dunia photographer, Flickr sebagai tempat penyimpanan portfolio Anda, YouTube  sebagai tempat untuk memberikan inspirasi kepada photographer yang lain dalam pemotretan dalam bentuk video (behind the scene) dan lain-lain.
Dalam pemilihan social mediapun harus tetap memilih apa yang paling relevan dengan kebutuhan Anda, misalnya untuk tempat penyimpanan portfolio, Anda dapat menggunakan Flickr / Picasa / deviantART (komunitas visual) / ImageShack / Photobucket atau yang lainnya. Sedangkan untuk tempat penyimpanan dalam bentuk video dapat menggunakan YouTube (streamingnya lebih cepat), Vimeo (khusus untuk komunitas motion graphic), Video Google (terseleksi dengan Google Search) dan lain-lain. Pemilihan dalam social media ini dapat juga sebagai sebuah karakter yang Anda kemas dalam dunia online. Jadikan Anda menjadi sebuah organisasi yang elegan (hukum Facebook).
Setelah Anda sudah memilih social media, langkah selanjutnya adalah dengan memberikan secara real time update menggunakan Twitter untuk dapat memberikan informasi berupa pencerahan, issue, teknik, tips & trick dan lain-lain kepada orang lain dan sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan Anda. Dan juga jika memiliki Facebook digunakan secara lebih personal kepada fans-fans Anda, memberikan mereka perhatian dengan berkomunikasi, memberikan solusi, pendapat / opini dan lain-lain.
Jika hal tersebut Anda sudah lakukan, hal yang tidak kalah pentingnya adalah memelihara / menjaganya dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya memiliki social media, tetapi tidak dipergunakan sama sekali. Memelihara / menjaga inilah yang membutuhkan kesabaran dan waktu, karena membangun brand personal / korporasi / organisasi membutuhkan waktu. Social media adalah bentuk komunikasi 2 arah yang banyak manfaatnya, setiap social media memiliki kemampuan yang sangat potensial jika digunakan secara efektif, terarah dan tidak memakan biaya sedikitpun.
So, integrasikan website, blog dan social media Anda secara maksimalkan sehingga dapat menyebar dimana-mana (hukum Google: everywhere) yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bagaimana dengan Anda? ada opini lain? Share with us.
Pagi-pagi ada yang teriak, “Email klien kok belum sampai-sampai sih?“, salah satu dari Account Manager (Mrs. AM) menanyakan kepada orang IT (Mr. IT) mengapa hal tersebut bisa terjadi, dan Mr. IT tersebut menjawab, “Berapa besar file size yang dikirimkan?“. Mrs. AM dengan tegas menjawab, “Hanya 4 mb kok“. Mr. IT menanyakan kembali, “Berapa orang yang diforward dengan email tersebut?“. Dan Mrs. AM menjawab dengan merasa yakin, “ke 4 orang, memang ada masalah dengan internet kita atau jaringan kita sih? (dengan nada sinis)..”
Seringkah mengalami hal ini? bentrok antar divisi IT hanya persoalan yang seperti ini, yuks kita break down permasalahannya case by case. Kita mulai dengan proses email terjadi, jika melihat dari masalah diatas adalah Mrs. AM mengirim file melalui email sebesar 4 mb dan di forward kembali ke 4 orang, yang berarti email yang dikirimkan secara bersamaan sebesar 4×4=16 mb. Hal ini menyebabkan lalu lintas internet mengalami traffic yang cukup padat belum lagi jika pada saat itu ada yang melakukan download file seperti image sebesar 10 mb ada juga yang membuka video di YouTube, ada juga yang mendengarkan music melalui streaming, belum lagi internetnya lagi down, pekerjaan numpuk membuat kepala mau pecah dan yang lain-lain. Kondisi ini menyebabkan email yang dikirim tadi mengalami Queueing (antrian di lalu lintas internet) dan perlu bersabar untuk email tersebut dapat terkirimkan.
Kalau diurut masalahnya, bukan pada koneksi internetnya, bukan karena teknologinya tidak canggih, seperti Email Server, Microsoft OutLook, Webmail dan lain-lain, tetapi pada perilaku dalam menggunakan email. Yang kita ketahui bahwa Email adalah sebagai jembatan antara klien dan kita dalam berkomunikasi, transfer data dan lain-lain. Tetapi jika penggunaan email tersebut dilucuti sesuai dengan kemauan kita hal diatas akan selalu terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi diperlukan solusi yaitu baik dalam perilaku dan juga web aplikasi yang digunakan. Web aplikasi tersebut disebut dengan Web Project Management dan Collaboration Tools. Keuntungan menggunakan Web Project Management dan Collaboration Tools adalah:
Kolaborasi menjadi lebih interaktif dalam satu tempat
Tracking project report yang setiap bulannya harus didata, dengan web aplikasi ini sudah tersusun dengan baik.
File data berupa, dokumen (.doc, .xls, .pdf, dll), gambar (.jpg, .tiff, .psd dll), file kompresi (.zip) dan file-file yang lain dapat terkumpul menjadi satu wadah (file terorganisasi dengan baik).
Email sebagai arsip, pengingat ataupun pemberitahuan bahwa ada diskusi dalam web aplikasi tersebut.
Dapat dibuka melalui smartphone ataupun via web.
Mengatur jadwal meeting.
Memantau project milestone.
Tersinkronisasi dengan alamat email, telephone number dan juga social media.
Dapat mengirimkan informasi secara private ataupun diskusi private tanpa member yang lain mengetahui.
Dan lain-lain
Web aplikasi Web Project Management dan Collaboration Tools ini meliputi banyak fungsi dan kegunaan masing-masing, ada yang hanya khusus ditujukan untuk kolaborasi yang interaktif antar departement/divisi ada juga antar klien. Web aplikasi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang tujuannya untuk mempermudah cara kerja dan segala mengorganisasikan data, project report, komunikasi dengan baik. Contoh Web aplikasi untuk Web Project Management dan Collaboration Tools ini, dapat dilihat dan patut dicoba (demo/trial) dibawah ini:
Diatas adalah kumpulan dari berbagai source tentang web apliksai Project Management dan Collaboration Tools. Apakah ada yang kurang, jika kurang share with us
Dikarenakan sudah nyaman dengan Twitter, biasanya jarang sekali membuat account baru di Google Buzz. Google Buzz sampai saat ini masih belum maksimal dipergunakan dibandingkan dengan Twitter yang sudah menjadi keharusan bagi setiap orang untuk memiliki account di Twitter seperti layaknya tempo hari harus memiliki account di Facebook. Mengapa enggan membuat account baru di Google Buzz? karena masih belum banyak orang yang menggunakan, kesulitan dalam mengenali dan menggunakannya, harus mencari dan memilih teman lagi dan lain sebagainya. Nah, oleh karena itu dibutuhkan aplikasi yang mempermudah untuk mendapatkan teman salah satunya yaitu dengan cara mengimport friendlist yang ada di Twitter kedalam Google Buzz. Tetapi bagaimana caranya? dan seperti apakah aplikasi tersebut?
Tw2buzz adalah web aplikasi yang mempermudah mengimport friendlist di Twitter ke Google Buzz. Karena web aplikasi ini masih beta, maka untuk menggunakannya me-request terlebih dahulu dengan memasukkan alamat email dan setelah itu tunggu beberapa hari untuk di approve oleh Tw2buzz Developernya. Selain itu, tw2buzz juga akan mengeluarkan fb2buzz (Facebook to Buzz) dan ff2buzz (FriendFeed to Buzz).
Apa sih CRM Online itu? CRM (Customer Relationship Management) online adalah suatu strategi bisnis yang menggabungkan proses, sumber daya manusia dan teknologi untuk membantu memantau prospek penjualan hingga memberikan pelayanan dengan memberikan perhatian kepada pelanggan supaya mempunyai dampak loyalitas dan kepuasan kepada pelanggan.
Tujuan dari CRM ini adalah untuk mempelajari kebiasaan, kebutuhan dan perilaku setiap masing-masing pelanggan untuk memberikan pelayanan yang optimal dan membangun serta mempertahankan hubungan. Dibawah ini contoh-contoh web aplikasi yang pernah digunakan.
Jika penasaran dengan web aplikasi yang ada diatas, patut dicoba (demo version). Oke, kalau diberi pertanyaan tentang ‘Sudahkan Perusahaan Anda Menggunakan CRM Online?’ jawabannya sesuaikan dengan target market, objektif bisnis dan tujuan dari CRM yang akan Anda buat. Karena CRM ini merupakan investasi jangka panjang yang banyak manfaatnya. Bagaimana dengan opini Anda? share with us.