eBook: Gratis, Efisien dan Bermanfaat
Ketika kita sedang berdiskusi di pagi hari sambil breakfast nasi uduk, terucap dari om Dedidonk, “gi, sekarang banyak banyak yah novel ebook, gw beli di toko buku dan beli di online beda harganya, eh sekarang malah banyak yang gratis”. Saya sedang mengunyah nasi uduk dan om Dedidonk berdiri sambil mengambil tempe dimeja dan saya menjawab, “memang banyak, setelah iPad keluar, semua perusahaan mau tidak mau masuk kedalam pasarnya ebook biar dapat market share karena alatnya sudah beredar, dari produk berkualitas sampai yang paling murah sudah keluar tuh”.

Saya menanyakan kembali ke om Dedidonk, “dapat dari mana ebooknya? rapidshare yah?”. Om Dedidonk menjawab dengan santai, “gratis dunk, neh pakai mobiPockect Reader.” Dan dilanjuti dengan penjelasan tentang konten dari novel tersebut oleh om Dedidonk, “gw pernah baca versi Indonesianya sampai setebel ini (menunjukkan ketebelan novel tersebut) dan gw liat yang versi bahasa Inggrisnya sama filmnya beda semuanya yah”.
Dalam percakapan tersebut sering kita alami walaupun mungkin tidak menyadari hal tersebut, tetapi ada insight yang dapat diambil dari percakapan tersebut. Oke, mari kita break down satu persatu dari percakapan tadi. Saat ini pergeseran siklus bisnis sangat terasa sekali, terutama jika merujuk dari percakapan tersebut adalah pembicaraan tentang sebuah novel yang merupakan buku yang kita suka, kita beli, sentuh, baca dan jika selesai membacanya diletakkan di rak buku. Novel tercipta karena ada pengarang, penerbit, distributor dan pembaca.
Setiap pengarang harus memiliki kualitas cerita, penyampaian melalui tulisan serta juga imaginasinya. Penerbit harus memiliki dapur yang handal dan professional dalam membungkus novel tersebut supaya lebih menarik yang secara otomatis bahan baku tersebut yang paling penting adalah kertas. Selanjutnya ketika buku tersebut beredar, maka penerbit memerlukan distributor untuk menjangkau para pembaca supaya dapat memiliki novel tersebut dan terakhir novel tersebut ada di genggaman kita setelah membeli di toko buku.

Jika melihat prosesnya sangatnya kompleks, memerlukan banyak biaya dan tidaklah mudah. Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, yang mengarahkan dan merubah perilaku menjadi lebih mudah dan efisien. Dan terciptalah yang disebut salah satunya adalah eBook, yaitu buku elektronik yang dapat dilihat melalui komputer atau mobile dengan bantuan mobiPocket Reader. Segala macam isi dan konten pada novel tersebut dimuat dalam bentuk digital yang dapat diunduh secara gratis, baik pada aplikasinya dan juga kontennya tanpa distribusi ataupun mencetaknya. Dengan kehadiran ebook ini, bahwa era digital sudah memasuki secara perlahan kedalam kehidupan kita tanpa disadari dan menjadi habit, Dan kesimpulan pada pagi ini adalah sebagai berikut:
- Gratis dan Menyebar. Pola bisnis di internet mengarahkan kepada semua gratis, ada juga berupa layanan donasi atau jika ingin lebih, maka ada proses selanjutnya, yaitu jualan. Memiliki content yang bagus dan ada dimana-mana, tidak berpegangan hanya pada website saja, melainkan di social media, forum, portal dan platform lainnya yang bertujuan agar konsumen dapat meraihnya dengan mudah.
- Efisien dan Tahan Lama. Produktifitas di internet tidak banyak memerlukan banyak biaya, hanya memerlukan hosting dan domain name untuk meletakkan produk atau jasa lainnya pada dunia maya. Sedangkan datanya seperti video bisa diletakkan di YouTube / Vimeo / Google Video, pada gambar dapat menggunakan fasilitas Flickr / Picasa, dalam bentuk Word/PDF dapat diletakkan di Slideshare / Google Docs (semua serba Clouds system), seperti pada tulisan sebelumya tentang IMC Online, dan selamanya akan ada di internet, tidak akan pernah usang, kotor ataupun hilang. Dan secara otomatis dengan adanya internet akan memangkas biaya produksi, distribusi dan promosi.
- Barang Langka. Buku/Novel/sejenisnya suatu saat nanti akan menjadi barang yang langka, maka jaga dan rawat buku/novel/sejenisnya yang Anda sudah milik sekarang dengan baik-baik karena buku / novel / sejenisnya akan mengarah ke digital.
- Unik dan Fresh. Para pengarang harus memiliki ide cerita yang unik, imaginatif dan juga tentunya fresh karena setiap orang dapat menulis, mengekspresikan bakatnya melalui internet dan dapat mempromosikan dirinya sendiri melalui internet tanpa harus melalui penerbit.
- Kampanye Global Warming. Dengan gerakan Green kepada seluruh dunia untuk menyelamatkan dunia dari Global Warming, maka perusahaan yang berhubungan dengan bahan bakunya yang menggunakan kertas, harus lebih sigap menangani perubahan ini. Jika tidak mengambil langkah-langkah strategies maka akan menggangu proses pertumbuhan bisnisnya.
Mungkin itu saja yang ada dipikiran saat ini, jika ada pemikiran tentang hal ini akan segera di update atau Anda mempunyai pemikiran yang berbeda, share dengan kami.
There's 1 Comment So Far
Who Linked To This Post?
Share your thoughts, leave a comment!