Archive for the ‘Brand Online’ Category

30
Jun

Creative in Youtube

Social media tahun ini mulai menurun jumlah aktivitasnya, yang biasanya setiap hari memandangi Facebook dan Twitter, lambat laun mulai merasa kebosanan, karena hanya melakukan aktivitas seperti, upload image, share post, comment kepada sesama, dan lain sebagainya. Hal ini karena Facebook ataupun Twitter tidak melakukan hal-hal yang kreatif yang signifikan dan terlihat hanya kemasan ataupun systemnya saja yang mengalami perubahan. Berbeda dengan Youtube yang mempunyai ide kreatif, tidak hanya sebagai media video saja, tetapi video yang bisa berinteraktif, berseri, dan lain-lain. Dibawah ini kreasi yang dapat dibuat melalui YouTube, seperti:

Interactive Video
User dapat melakukan interaktif tidak hanya melihat audio video saja, melainkan dapat berinteraksi dengan menggunakan keyboard ataupun mouse, seperti creative campaign di YouTube dibawah ini:

1. YouTube – Expendables

2. YouTube – Le Club

3. YouTube – Intel

4. YouTube – Desperados

Creative Video
Berbeda dengan interactive, creative video ini mengedepankan cerita dari video yang dituangkan secara creative, seperti pada contoh dibawah ini:

1. YouTube – Intel

2. YouTube – T-Shirt

3. YouTube – Samsung Galaxy S

4. YouTube – Microsoft

Thematic Video
Cerita dalam video ini selalu diakhiri dengan sebuah pilhan, dan pilihan tersebut yang akan meneruskan cerita selanjutnya. Terkadang membosankan, kadang juga ada rasa penasaran. Dibawah ini adalah beberapa contoh dari Thematic Video

1. The Treasure Hunt

2. Deliver Me To Hell

3. Different Ending

4. Patcrik Boivin

Ada video yang sama dengan yang diatas, atau ada ide yang lain yang berhubungan dengan YouTube, share ke kami :)

11
Jun

Threadless: Seni Berjualan via Facebook

Terkadang sangat menjengkelkan saat membuka Facebook terdapat bermacam-macam barang dagangan yang memenuhi wall kita. Seni berjualan di Facebook yang saya sering lihat adalah mengupload barang jualannya dan men-tag ke relasi teman-teman yang bertujuan jika berminat langsung dapat memesan. Dan ada juga memberikan message yang didalamnya informasi tentang product yang dijual. Teknik semacam ini memang paling mudah diterapkan, tetapi sangat menjengkelkan bagi sebagian orang. Bagaimana menjual di Facebook dengan lebih elegan dalam mempromosikan product-nya?

Threadless adalah salah satu contoh dari sekian banyak seni berjualan di Facebook yang elegan dengan mengintegrasikan fasilitas gratis (free) untuk mempromosikan productnya. Seperti apakah fasilitas gratis (free) tersebut? RSS Feed dan Email Newsletter dari Google Feedbuner, Twitter, Flickr, MySpace, dan lain-lain.

Website:

Facebook:

Facebook Apps (New Teest):

Flickr:

Twitter:

RSS Feed dari Google Feedburner:

MySpace:

Kesimpulan dari contoh seni berjualan ala Threadless ini adalah:

  1. Mengoptimalkan dan mengintegrasikan informasi via website hingga social media (free) supaya product ada dimana-mana (hukum Google: menyebar).
  2. Meng-update dan me-maintenance social media tersebut untuk selalu tetap eksis, hal ini bertujuan agar pencarian dalam search engine dapat maksimal.
  3. Berkomunikasi dan berinteraksi antara brand dan konsumen untuk dapat memahami dan mengetahui insight dari perilaku konsumen terhadap product tersebut.
  4. Buatlah online campaign yang elegan dalam mengkomunikasikannya (menggabungkan unsur teknologi, art dan branding untuk pencapaian hasil maksimal)
  5. Selain mengoptimalkan fasilitas yang gratis ini dibutuhkan sumber daya manusia untuk selalu membuat program atau campaign yang selalu berubah agar tidak membosankan dan selalu menampilkan sesuatu yang baru (fresh). Sering sekali ditemukan campaign online dilakukan hanya per 3 bulan aktif dan selanjutnya tidak pernah ada lagi. Sedangkan investasi di online tidak diukur dengan bagusnya online campaign saja pada saat lauching, tetapi karena keberadaan yang menjadikan online branding semakin kuat.

Bagaimana menurut teman-teman ada yang penambahan point dari kesimpulan ini, share with us.
Thanks to Rahman Kuncoro for the inspirations.

11
Feb

Skittles: Menerapkan IMC Online

Sore-sore  menjelang malam, kami menemukan sample penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) online, yaitu Skittles, permen warna warni. Apakah Anda pernah mencobanya atau mengetahui product tersebut?. Mari kita lihat penerapan IMC yang dilakukan oleh Skittles.

Pertama, kita melakukan pencarian dengan menggunakan Google search engine, dan ternyata penggunakan dengan kata kunci ’skittles’, wow banyak sekali terkoneksinya.

Kedua, kita memasuki official websitenya, seperti apakah gerangan?. Ternyata websitenya hanya single page, scroll down.. scroll down… dan scroll down..

Ketiga, kita memasuki wilayah social media: Facebook. Didalam Facebook, Skittles membuat aplikasi yang engagement walaupun hanya sebatas memfasilitasikan fitur comment, but it’s great!

selain iklan yang engagement, Skittles memaksimalkan fitur yang ada di Facebook, yaitu Menu Discussion untuk mencari insight terhadap product ini.

Keempat, kita mencari tahu apakah di YouTube product Skittles ini ada? Aha, video yang ada di YouTube sama dengan yang ada di Facebook Video, terkoneksi dengan baik.

Kelima, kita memasuki wilayah realtime update, yaitu Twitter. Skittles is there!, tetapi sepertinya kurang terupdate dengan baik.

Keenam, karena dimana-dimana terlihat banyak gambar. Apakah gambar – gambar tersebut yang berhubungan dengan Skittles ada di Flickr? Ternyata gambar-gambar ini selalu menggunakan nama file gambar menggunakan kata ‘Skittles’.

Ketujuh, Skittles juga menggunakan Wikipedia sebagai informasi tentang productnya.

Diatas adalah beberapa contoh penggunaan IMC online yang dilakukan oleh Skittles. Hal ini tidak luput dari pesan yang ingin disampaikan, karena jika melihat secara keseluruhan, dari tone manner hingga konsepnya terlihat jelas, rapi dan tersusun.

Bagaimana dengan perusahaan Anda, apakah sudah terintegrasi dan memaksimalkan brand dengan social media? Jika belum, tidak ada salahnya untuk mencoba, jika sudah jangan lupa untuk mengupdatenya.

10
Feb

IMC Online


Image: Arbent.net

Selama mengamati kegiatan online setiap hari, akhirnya kami dapat menyimpulkan dan menjabarkan bagaimana membuat strategi Integrated Marketing Communication (IMC) online secara teknis serta tips dan tricknya. Dalam hal ini kami tidak menjabarkan bagaimana membuat creative idea untuk kampanye brand online Anda, tetapi menjelaskan secara teknis bagaimana mewujudkan creative idea Anda kedalam kampanye online.

Penjelasan ini bersifat pengenalan yang harus dipahami untuk marketing online, untuk teknisnya dapat diunduh pada akhir penjelasan ini. Anda pasti akan mengalami suatu kebuntuan dalam membuat creative idea di online, hal itu terjadi dikarenakan Anda selalu fokus pada kegiatan kampanye offline Anda ditambah pengetahuan online Anda yang masih meraba-raba. Pemahaman ini yang mungkin menjadi paranoid untuk mengajukan strategi IMC online kepada client Anda.

Strategi IMC online sama halnya dengan Strategi IMC offline, yang mengkomunikasikan satu pesan dan diimplementasikan ke berbagai media placement, tentunya disesuaikan dengan target market Anda. Perbedaan antara offline dan online adalah bahwa berkampanye online dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya atau dalam bahasa yang familiar-nya adalah Engagement. Walaupun pada offline hal ini pun sering dilakukan oleh Public Relation (PR). Social media hanya sebuah tools untuk memasuki social networking dengan gampang, tidak harus bekerja keras untuk membangun komunitas. Melainkan komunitas tersebut sudah terbangun, hanya tinggal bagaimana mengklasifikasikan needs and wants komunitas tersebut berdasarkan behavior. Untuk lebih kenal dengan social media, mari melanjuti penjelasan dibawah ini.

Social media tercipta dari kebutuhan untuk dapat berinteraksi satu sama lainnya tanpa batas usia, waktu dan tempat dan selain itu dengan didukung dengan teknologi yang terus berevolusi, maka terciptalah tools yang memiliki fitur dan fungsi yang berbeda satu sama dengan lainnya. Awal muasal hal ini terjadi dikarena kebutuhan akan berbagi, maka terciptalah tools seperti; YouTube yang fokus pada video online, Flickr yang fokus untuk menampung gambar, Slideshare yang dikhususkan untuk presentasi online dan Rapidshare yang khusus untuk menampung segala macam jenis file dalam ukuran yang besar ataupun kecil dalam kapasitasnya dan juga tidak kalah pentingnya adalah blog.

Kehadiran blog menjadi sangat diminati, dikarenakan sangat mudah mengoperasikannya dan juga tidak mengeluarkan biaya. Dengan blog ini setiap orang dapat ‘berteriak’ mengutarakannya kedalam tools ini dari berbagi tentang teknologi yang update hingga membicarakan gaya hidup. Konsep ‘Share’ ini memberikan kesimpulan bahwa tools yang telah disebutkan tadi merupakan suatu fasilitas yang dapat memberikan ruang bagi setiap orang untuk dapat memberikan dan menerima ilmu pengetahuan dalam bentuk apapun dalam dunia online.

Kata kunci ’share’ ini akhirnya berevolusi menjadi ‘Engagement’, tidak hanya berbagi saja, tetapi setiap orang dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya. Terbuka tanpa harus ditutupi, baik buruk akan terlihat secara telanjang dan akan dinilai secara langsung oleh siapapun. Hal ini yang harus diperhatikan dampak baik dan buruknya bagi pemilik brand, keberadaan suatu brand didalam dunia online sangatlah sensitif. Jika tidak peka, maka keberadaan brand di online akan hilang dengan cepat ataupun terpuruk. Jika peka, maka akan menjadi buah bibir yang baik dan menimbulkan buzz yang positif yang tersebar dalam hitungan detik terhadap brand tersebut.

Dengan Engagement ini, terciptalah tools yang dapat mewujudkan revolusi tersebut pada dunia online. Facebook dan Twitter adalah hasil akhir dari revolusi ‘Engagement’ ini yang mempunyai komunitas paling banyak diminati diseluruh dunia. Walaupun tools ini bukan merupakan pioner pada social media, tetapi keberadaannya dapat merubah behavior manusia.

Download Tutor ‘Mengoptimalkan Blog Perusahaan Anda’ via Slideshare