Untuk mendapatkan shocking experience dari sebuah brand, brand tersebut harus mempunyai big idea dan berani untuk merelealisasikan kedalam bentuk nyata, seperti halnya dengan brand Hyundai, dengan visual 3D dengan menggunakan fasilitas gedung sebagai layarnya yang sangat memukau.
Perkembangan teknologi terutama dalam web experience sangatlah jarang sekali ditemukan akhir-akhir ini, setelah Steve Jobs dengan kerasnya mengatakan bahwa Adobe Flash is Lazy!. Dan beliau mendukung teknologi web berbasis HTML5 dan CSS 3 yang sedang gencar belakangan ini. Web experience selalu sangat mengesankan dan impresif dengan menggunakan Adobe Flash, tetapi ada juga yang tidak suka dengan kehadirannya, perihal loading dengan memakan waktu yang lama untuk membukanya.
Tetapi yang satu ini amatlah sangat menggugah mata dan saya sempat tersentak melihatnya, “damn it’s cool!!”. Suatu campaign dari Heineken dengan tema “Desperados Tequila Flavoured Beer 2011 International Campaign” yang melibatkan TV Ad: Desperados “The Breakthrough” Cinema version.
Dan yang paling serunya lagi, Heineken membuat Web Experience di YouTube dengan melibatkan customer untuk berinteraktif dengan pemilik brand melalui media web. Experience ini juga melibatkan social media, seperti Facebook dan Twitter. Silahkan mencoba web experience dari Heineken yang berjudul, The Desperados Experience
Jangan lupa juga untuk menghampiri Official Websitenya di Imagine Desperados. Dari case ini dapat disimpulkan bahwa Adobe Flash is not dying, masih ada hal – hal yang dapat dikembangkan dengan teknologi Flash ini untuk Web Experience. Adobe Flash is not Lazy, but they have plan.. just wait and see.
Masih inget dengan Augmented Reality (AR)? Pemodelan objek 3D dengan bantuan webcame yang ditampilkan melalui layar monitor. Pada kesempatan kali ini, jam tangan dengan brand Tissot menggunakan teknologi ini (AR) untuk promosi model jam terbarunya, dibawah ini contoh promosi yang dilakukan oleh brand Tissot:
Club Cooee adalah permainan social networking dalam bentuk 3D online, sangat lite alias ringan, mudah digunakan (sekali install, langsung play), tidak ribet dalam membuat account baru, terintegrasi dengan social media lainnya, dan hebatnya seluruh kemampuan 3D-nya sangat luar biasa (loadingnya lumayan cepat). Yang menariknya adalah membawa komunikasi 2 arah (chat) menjadi lebih menyenangkan.
Berbeda dengan Second Life yang menjadi pioner social networking berbasis 3D (virtual life), sangat ekslusif, dikemas sangat profesional dan mempunyai konsep yang sangat mendalam, seperti tersedianya Second Life Work, Develop hingga Education, lumayan berat karena visualisasi dari Second Life ini sangat detail.
Kalau melihat Club Cooee teringat dengan teknologi Adobe Flash, yang sekarang ini mulai redup para developer menggunakan teknologi tersebut dikarenakan proses loading yang lama, dan juga ada teknologi baru yang menjanjikan, yaitu HTML 5. Setiap web apps di online menawarkan kelebihan dan juga kelemahan dari produk tersebut, jika penasaran dengan Club Cooee, kunjungi websitenya.
So, bagaimana dengan Anda? sudah mencobakah? Disamping interaktif secara 3D, di Club Cooee juga menawarkan games-games online?
Setelah menonton film Iron Man 2, saya sangat terkagum melihat teknologi yang dimiliki oleh Iron Man dan timbul pertanyaan dibenak saya, Apakah masa depan seperti itu? atau hanya trick visual effect belaka dalam film tersebut?. Jika merujuk dari segi pembuatan film tersebut, sudah tentu film tersebut tidak lepas dari visual effect yang sangat detail dan tidak luput dari teknologi 3D Animasi. Tetapi selain itu apakah teknologi yang ditampilkan dalam film tersebut dalam kenyataannya bener2 ada?
Jika ingin mencoba seperti gambar diatas klikdisini, yang terlebih dahulu install plugin AR pada Firefox
Yuks, kita cermati terlebih dahulu, yang kita ketahui perkembangan teknologi seperti pada mobile device yang setiap tahunnya mengalami perubahan yang sangat cepat, dari yang hanya sebagai komunikasi melalui voice dan SMS, hingga koneksi internet yang sudah menjadi basic standard pada setiap mobile device. Teknologi internet yang dahulu menggunakan kabel hingga wireless, bebas sesukanya koneksi dengan internet.
Teknologi yang sedang trend saat ini adalah teknologi touchscreen, seperti pada semua smartphone, seperti Blackberry, iPhone, Android dan lain-lain. Dan juga tidak kalah pentingnya baru – baru ini telah keluar teknologi eBook reader, seperti iPad dari Apple, Kindle eBook dari Amazon dan lain-lain yang sudah merambah kepada kemampuan multitasking dan interaktif pada interface-nya.
Pada kemajuan di perangkat lunak (software) terjadi perang OS (Operating System) yang pada era 90′an OS untuk PC (Personal Computer), seperti Linux, Windows dan Mac hingga sekarang berubah ke perang OS untuk smartphone, seperti Blackberry, Android, iPhone, Nokia dan lain-lain. Perubahan-perubahan tersebut mengarah kepada pemakaian secara individu secara maksimal.
Oke, setelah dicermati apa hubungannya dengan semua ini, kemajuan teknologi satu sama lain saling mengikat untuk mengarah kesempurnaan, kompleksitas menuju simplify. Dan dibawah ini salah satu teknologi yang terus dikembangkan yang sudah cukup lama diimpikan, yaitu Augmented Reality.
Apa sih teknologi Augmented Reality ini?
Disamping perkembangan dalam mobile device disatu sisi lain, ada teknologi yang disebut dengan Augmented Reality (AR), yaitu penggabungan antara dunia virtual dan nyata yang berinteraksi dalam 3D secara realtime yang menggunakan internet. Perangkat yang digunakan untuk mencoba teknologi ini, hanya sebuah kamera dan koneksi internet.
Apakah di Indonesia sudah menggunakan teknologi ini? Di Indonesia yang telah mencoba teknologi Augmented Reality adalah Teh Sosro (see on: YouTube), Kompas (see on: YouTube) dan LA. Lights (Marker). Walaupun masih tergolong dini teknologi ini difungsikan, tetapi teknologi ini kemungkinan dapat diimplementasikan kedalam berbagai fungsi, seperti untuk proses edukasi, presentasi prototype, informasi lokasi, games dan lain-lain.
Merujuk dari perkataan Carl Jung (salah satu psikologi dari Swiss) pernah mengatakan Your Perception is Your Projection, yang mempunyai makna, apa yang digambarkan oleh alam pikiran kita terutama alam bawah sadar (Unconscious Mind) merupakan proyeksi yang akan terwujud dimasa depan. Hal ini memungkinkan apa yang telah digambarkan pada film Iron Man, suatu saat dikemudian hari entah tahun depan atau 10 tahun kedepan teknologi tersebut akan terealisasi.
So, bagaimana dengan Anda? ada pemikiran yang lain? Ide yang lain? informasi yang lain? Share with us
Setelah makan siang selesai, salah satu teman memanggil, “gia, kemari deh, coba lihat ada TV di web”, sahut Tugiman (yang biasa dipanggil akrab dengan Thoge). Saya penasaran untuk melihat, saya membalas dengan berkata, “Paling hanya video / cuplikan acara TV yang sudah lama”.
Dan ketika melihat acara TV di web, saya agak sedikit kaget, kok bisa yah dengan memakai internet broadband Sp**dy melihat acara TV dapat secara real time streaming alias Live tidak putus-putus, biasanya yang saya tahu loading streaming lama banget. Saking penasaran saya sinkronkan dengan TV kabel langsung dan tidak beda jauh delay-nya. Untuk buffering streamingnya lumayan cepat dan kita dapat menonton/mengakses 5 station TV, seperti; RCTI, TRANS, SCTV, GLOBAL dan Mivo.TV secara random.
Selain itu saya coba menggunakan Blackberry untuk membuka Mivo.TV tersebut, dan alhasil lumayan bagus (tidak putus-putus) walaupun hanya delay beberapa second dengan yang ada di internet dengan menggunakan wifi Sp**dy untuk jaringan internetnya, tetapi disaat menggunakan salah satu provider seluler tidak dapat sama sekali atau error, dan sayangnya hanya acara Mivo TV saja
TV online yang saya maksud diatas adalah Mivo.tv yaitu salah satu penyedia dedicated server yang memberikan sample bahwa jaringannya stabil dalam streaming dengan menghadirkan TV Live streaming di online. Dengan melihat perkembangan internet yang semakin hari semakin baik, ada kemungkinan untuk kedepannya, TV online ini akan mewabah dan menjadi trend. Dan tentu saja untuk para pemain jaringan seluler menjadi sebuah peluang bisnis untuk mengoptimalkan jaringannya agar TV online dapat terealisasi di smartphone.
Bagaimana menurut Anda ada contoh yang lain? silahkan check dan share pengalaman Anda dengan kami.
Pagi-pagi ada yang teriak, “Email klien kok belum sampai-sampai sih?“, salah satu dari Account Manager (Mrs. AM) menanyakan kepada orang IT (Mr. IT) mengapa hal tersebut bisa terjadi, dan Mr. IT tersebut menjawab, “Berapa besar file size yang dikirimkan?“. Mrs. AM dengan tegas menjawab, “Hanya 4 mb kok“. Mr. IT menanyakan kembali, “Berapa orang yang diforward dengan email tersebut?“. Dan Mrs. AM menjawab dengan merasa yakin, “ke 4 orang, memang ada masalah dengan internet kita atau jaringan kita sih? (dengan nada sinis)..”
Seringkah mengalami hal ini? bentrok antar divisi IT hanya persoalan yang seperti ini, yuks kita break down permasalahannya case by case. Kita mulai dengan proses email terjadi, jika melihat dari masalah diatas adalah Mrs. AM mengirim file melalui email sebesar 4 mb dan di forward kembali ke 4 orang, yang berarti email yang dikirimkan secara bersamaan sebesar 4×4=16 mb. Hal ini menyebabkan lalu lintas internet mengalami traffic yang cukup padat belum lagi jika pada saat itu ada yang melakukan download file seperti image sebesar 10 mb ada juga yang membuka video di YouTube, ada juga yang mendengarkan music melalui streaming, belum lagi internetnya lagi down, pekerjaan numpuk membuat kepala mau pecah dan yang lain-lain. Kondisi ini menyebabkan email yang dikirim tadi mengalami Queueing (antrian di lalu lintas internet) dan perlu bersabar untuk email tersebut dapat terkirimkan.
Kalau diurut masalahnya, bukan pada koneksi internetnya, bukan karena teknologinya tidak canggih, seperti Email Server, Microsoft OutLook, Webmail dan lain-lain, tetapi pada perilaku dalam menggunakan email. Yang kita ketahui bahwa Email adalah sebagai jembatan antara klien dan kita dalam berkomunikasi, transfer data dan lain-lain. Tetapi jika penggunaan email tersebut dilucuti sesuai dengan kemauan kita hal diatas akan selalu terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi diperlukan solusi yaitu baik dalam perilaku dan juga web aplikasi yang digunakan. Web aplikasi tersebut disebut dengan Web Project Management dan Collaboration Tools. Keuntungan menggunakan Web Project Management dan Collaboration Tools adalah:
Kolaborasi menjadi lebih interaktif dalam satu tempat
Tracking project report yang setiap bulannya harus didata, dengan web aplikasi ini sudah tersusun dengan baik.
File data berupa, dokumen (.doc, .xls, .pdf, dll), gambar (.jpg, .tiff, .psd dll), file kompresi (.zip) dan file-file yang lain dapat terkumpul menjadi satu wadah (file terorganisasi dengan baik).
Email sebagai arsip, pengingat ataupun pemberitahuan bahwa ada diskusi dalam web aplikasi tersebut.
Dapat dibuka melalui smartphone ataupun via web.
Mengatur jadwal meeting.
Memantau project milestone.
Tersinkronisasi dengan alamat email, telephone number dan juga social media.
Dapat mengirimkan informasi secara private ataupun diskusi private tanpa member yang lain mengetahui.
Dan lain-lain
Web aplikasi Web Project Management dan Collaboration Tools ini meliputi banyak fungsi dan kegunaan masing-masing, ada yang hanya khusus ditujukan untuk kolaborasi yang interaktif antar departement/divisi ada juga antar klien. Web aplikasi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang tujuannya untuk mempermudah cara kerja dan segala mengorganisasikan data, project report, komunikasi dengan baik. Contoh Web aplikasi untuk Web Project Management dan Collaboration Tools ini, dapat dilihat dan patut dicoba (demo/trial) dibawah ini:
Diatas adalah kumpulan dari berbagai source tentang web apliksai Project Management dan Collaboration Tools. Apakah ada yang kurang, jika kurang share with us
Apa sih CRM Online itu? CRM (Customer Relationship Management) online adalah suatu strategi bisnis yang menggabungkan proses, sumber daya manusia dan teknologi untuk membantu memantau prospek penjualan hingga memberikan pelayanan dengan memberikan perhatian kepada pelanggan supaya mempunyai dampak loyalitas dan kepuasan kepada pelanggan.
Tujuan dari CRM ini adalah untuk mempelajari kebiasaan, kebutuhan dan perilaku setiap masing-masing pelanggan untuk memberikan pelayanan yang optimal dan membangun serta mempertahankan hubungan. Dibawah ini contoh-contoh web aplikasi yang pernah digunakan.
Jika penasaran dengan web aplikasi yang ada diatas, patut dicoba (demo version). Oke, kalau diberi pertanyaan tentang ‘Sudahkan Perusahaan Anda Menggunakan CRM Online?’ jawabannya sesuaikan dengan target market, objektif bisnis dan tujuan dari CRM yang akan Anda buat. Karena CRM ini merupakan investasi jangka panjang yang banyak manfaatnya. Bagaimana dengan opini Anda? share with us.
Kabar gembira untuk yang Flash Minded, included me , dari sekian lama dengan berkutatnya peperangan antar mobile device dan aplikasi social media di online, akhirnya Adobe mengumumkan bahwa produknya akan mengeluarkan Adobe Flash CS 5 yang dapat terintegrasi dengan mobile apps. Salah satunya produk Adobe sudah dapat digunakan di mobile device seperti Android dan iPhone, yaitu Adobe Air yang menggunakan Flash Player 10.1. Google pun secara bisnis menjadi partner dari produk Adobe ini, seperti pada YouTube yang menggunakan teknologi Flash untuk videonya.
Setelah Steve Job mengeluarkan statement, Google Mantra ‘Don’t be evil’ is bullshit dan juga Adobe Flash is Lazy, the world is moving to HTML 5 pada saat launching iPad. Keesokan harinya Google memberikan informasi bahwa produk Google seperti Chrome sudah dapat mengimplementasikan HTML 5. Dan juga Adobe Flash mengumumkan bahwa teknologi Flash dapat diimplementasikan kedalam mobile device.
Untuk para developer yang sering membuat animasi / aplikasi menggunakan Flash dapat berkunjung di blog gotoAndLearn() untuk sebagai mencari referensi, tips dan trick tentang produk Flash ini. Jika ingin mengetahui dan mengetahui secara lebih jelas untuk memaksimalkan Flash pada mobilephone dapat dilihat pada Optimizing Mobile Content for the the Flash Platform.
Google Buzz adalah layanan jejaring sosial yang hampir mirip dengan Twitter, tool ini bukan merupakan suatu inovasi melainkan hanya membuat product differentiation dari product Google. Meroketnya jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang tiap harinya terus meningkat dalam jumlah yang bergabung dalam sosial tersebut, maka Google merasakan bahwa kekuatan pasarnya terganggu. Dalam kurun hanya hitungan bulan, Google mengeluarkan berbagai tools yang sampai saat ini masih belum terasa impactnya, salah satu product Google adalah Google Wave, yang mempunyai fitur mengintegrasikan dan mengkolaborasikan komunikasi secara realtime.
Konsep strategi Google berbeda dengan Apple yang menetrasi pasar dengan cara terbuka terhadap productnya yang kita dapat dengan mudah mengenali product dari Google. Jikalau ada third party, pastinya sudah diakuisisi oleh Google, seperti Picasa untuk share images, YouTube untuk share videos dan RSS Feed seperti Feedburner sudah menjadi bagian dari Google Feed. Sebelum Feedburner ini diakuisisi oleh Google, Google mengeluarkan product untuk RSS Feed, yaitu Google Reader, tetapi peminatnya kurang dan untuk mengakses Google Reader ini hanya untuk yang mempunyai account Google (lock in). Sedangkan setiap pemain blog memiliki tool untuk RSS Feed menggunakan Feedburner dikarenakan mudah dalam mengoperasikannya, oleh sebab itu Feedburner ini sekarang sudah dimiliki oleh Google. Dengan contoh yang dijelaskan diatas terbukti bahwa Google ingin menguasai semua lini di dunia maya. Question: Bagaimana strategi Google Reader selanjutnya dengan adanya Feedburner?
Tak kalah hebatnya, semua lini teknologi Google ingin ikut bergabung meramaikannya dengan hadirnya sistem operasi Android dengan merangkul vendor smartphone sebagai uji coba pada OS Android pada smartphone. Setelah berhasil menggandeng vendor smartphone tersebut, lahirlah product pertama Google untuk smartphone yang dikenal dengan Nexus One. Question:Akankan Nexus One bisa mengalahkan market share Blackberry atau iPhone?
Kalau melihat pergerakan dari product – product yang dikeluarkan secara beruntun ini yang dapat dipantau melalui Google Labs dari Google Blog. Google merasa kagum dengan Facebook yang mempunyai market share social media yang besar. Sedangkan Google lebih tertarik dengan konsep Twitter yang hanya mengirimkan pesan melalui 140 karakter seperti halnya SMS (short message service). Mengapa Google tertarik?, karena konsep Twitter ini sejalan dengan konsepnya Google yang ingin menciptakan Real-Time Search, oleh sebab itu terciptalah Google Buzz. Dari gerak gerik Google tersebut terlihat selain ingin mendapatkan market share dalam social media, Google juga sedang mempersiapkan amunisinya untuk mewujudkan impiannya di dunia maya, sebagai penguasa dalam search engine dengan mengusungkan real time search engine. Question: Apakah dengan hadirnya Google Buzz akan menggantikan peran Twitter?
Download ‘Perbandingan fitur Facebook, Twitter dan Google Buzz’ via SlideShare