Threadless: Seni Berjualan via Facebook
Terkadang sangat menjengkelkan saat membuka Facebook terdapat bermacam-macam barang dagangan yang memenuhi wall kita. Seni berjualan di Facebook yang saya sering lihat adalah mengupload barang jualannya dan men-tag ke relasi teman-teman yang bertujuan jika berminat langsung dapat memesan. Dan ada juga memberikan message yang didalamnya informasi tentang product yang dijual. Teknik semacam ini memang paling mudah diterapkan, tetapi sangat menjengkelkan bagi sebagian orang. Bagaimana menjual di Facebook dengan lebih elegan dalam mempromosikan product-nya?
Threadless adalah salah satu contoh dari sekian banyak seni berjualan di Facebook yang elegan dengan mengintegrasikan fasilitas gratis (free) untuk mempromosikan productnya. Seperti apakah fasilitas gratis (free) tersebut? RSS Feed dan Email Newsletter dari Google Feedbuner, Twitter, Flickr, MySpace, dan lain-lain.
Website:

Facebook:

Facebook Apps (New Teest):

Flickr:

Twitter:

RSS Feed dari Google Feedburner:

MySpace:

Kesimpulan dari contoh seni berjualan ala Threadless ini adalah:
- Mengoptimalkan dan mengintegrasikan informasi via website hingga social media (free) supaya product ada dimana-mana (hukum Google: menyebar).
- Meng-update dan me-maintenance social media tersebut untuk selalu tetap eksis, hal ini bertujuan agar pencarian dalam search engine dapat maksimal.
- Berkomunikasi dan berinteraksi antara brand dan konsumen untuk dapat memahami dan mengetahui insight dari perilaku konsumen terhadap product tersebut.
- Buatlah online campaign yang elegan dalam mengkomunikasikannya (menggabungkan unsur teknologi, art dan branding untuk pencapaian hasil maksimal)
- Selain mengoptimalkan fasilitas yang gratis ini dibutuhkan sumber daya manusia untuk selalu membuat program atau campaign yang selalu berubah agar tidak membosankan dan selalu menampilkan sesuatu yang baru (fresh). Sering sekali ditemukan campaign online dilakukan hanya per 3 bulan aktif dan selanjutnya tidak pernah ada lagi. Sedangkan investasi di online tidak diukur dengan bagusnya online campaign saja pada saat lauching, tetapi karena keberadaan yang menjadikan online branding semakin kuat.
Bagaimana menurut teman-teman ada yang penambahan point dari kesimpulan ini, share with us.
Thanks to Rahman Kuncoro for the inspirations.
There's 0 Comment So Far
Share your thoughts, leave a comment!