Posts Tagged ‘buzz’

17
Mar

Tw2buzz: Import Friendlist Twitter ke Google Buzz

Dikarenakan sudah nyaman dengan Twitter, biasanya jarang sekali membuat account baru di Google Buzz. Google Buzz sampai saat ini masih belum maksimal dipergunakan dibandingkan dengan Twitter yang sudah menjadi keharusan bagi setiap orang untuk memiliki account di Twitter seperti layaknya tempo hari harus memiliki account di Facebook. Mengapa enggan membuat account baru di Google Buzz? karena masih belum banyak orang yang menggunakan, kesulitan dalam mengenali dan menggunakannya, harus mencari dan memilih teman lagi dan lain sebagainya. Nah, oleh karena itu dibutuhkan aplikasi yang mempermudah untuk mendapatkan teman salah satunya yaitu dengan cara mengimport friendlist yang ada di Twitter kedalam Google Buzz. Tetapi bagaimana caranya? dan seperti apakah aplikasi tersebut?

Tw2buzz adalah web aplikasi yang mempermudah mengimport friendlist di Twitter ke Google Buzz. Karena web aplikasi ini masih beta, maka untuk menggunakannya  me-request terlebih dahulu dengan memasukkan alamat email dan setelah itu tunggu beberapa hari untuk di approve oleh Tw2buzz Developernya. Selain itu, tw2buzz juga akan mengeluarkan fb2buzz (Facebook to Buzz) dan ff2buzz (FriendFeed to Buzz).

11
Feb

Google Buzz: Inovasi atau Market Share?

Google Buzz adalah layanan jejaring sosial yang hampir mirip dengan Twitter, tool ini bukan merupakan suatu inovasi melainkan hanya membuat product differentiation dari product Google. Meroketnya jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang tiap harinya terus meningkat dalam jumlah yang bergabung dalam sosial tersebut, maka Google merasakan bahwa kekuatan pasarnya terganggu. Dalam kurun hanya hitungan bulan, Google mengeluarkan berbagai tools yang sampai saat ini masih belum terasa impactnya, salah satu product Google adalah Google Wave, yang mempunyai fitur mengintegrasikan dan mengkolaborasikan komunikasi secara realtime.

Konsep strategi Google berbeda dengan Apple yang menetrasi pasar dengan cara terbuka terhadap productnya yang kita dapat dengan mudah mengenali product dari Google. Jikalau ada third party, pastinya sudah diakuisisi oleh Google, seperti Picasa untuk share images, YouTube untuk share videos dan RSS Feed seperti Feedburner sudah menjadi bagian dari Google Feed. Sebelum Feedburner ini diakuisisi oleh Google, Google mengeluarkan product untuk RSS Feed, yaitu Google Reader, tetapi peminatnya kurang dan untuk mengakses Google Reader ini hanya untuk yang mempunyai account Google (lock in). Sedangkan setiap pemain blog memiliki tool untuk RSS Feed menggunakan Feedburner dikarenakan mudah dalam mengoperasikannya, oleh sebab itu Feedburner ini sekarang sudah dimiliki oleh Google. Dengan contoh yang dijelaskan diatas terbukti bahwa Google ingin menguasai semua lini di dunia maya.
Question: Bagaimana strategi Google Reader selanjutnya dengan adanya Feedburner?

Tak kalah hebatnya, semua lini teknologi Google ingin ikut bergabung meramaikannya dengan hadirnya sistem operasi Android dengan merangkul vendor smartphone sebagai uji coba pada OS Android pada smartphone. Setelah berhasil menggandeng vendor smartphone tersebut, lahirlah product pertama Google untuk smartphone yang dikenal dengan Nexus One.
Question: Akankan Nexus One bisa mengalahkan market share Blackberry atau iPhone?

Kalau melihat pergerakan dari product – product yang dikeluarkan secara beruntun ini yang dapat dipantau melalui Google Labs dari Google Blog. Google merasa kagum dengan Facebook yang mempunyai market share social media yang besar. Sedangkan Google lebih tertarik dengan konsep Twitter yang hanya mengirimkan pesan melalui 140 karakter seperti halnya SMS (short message service). Mengapa Google tertarik?, karena konsep Twitter ini sejalan dengan konsepnya Google yang ingin menciptakan Real-Time Search, oleh sebab itu terciptalah Google Buzz. Dari gerak gerik Google tersebut terlihat selain ingin mendapatkan market share dalam social media, Google juga sedang mempersiapkan amunisinya untuk mewujudkan impiannya di dunia maya, sebagai penguasa dalam search engine dengan mengusungkan real time search engine.
Question: Apakah dengan hadirnya Google Buzz akan menggantikan peran Twitter?

Download ‘Perbandingan fitur Facebook, Twitter dan Google Buzz’ via SlideShare

10
Feb

IMC Online


Image: Arbent.net

Selama mengamati kegiatan online setiap hari, akhirnya kami dapat menyimpulkan dan menjabarkan bagaimana membuat strategi Integrated Marketing Communication (IMC) online secara teknis serta tips dan tricknya. Dalam hal ini kami tidak menjabarkan bagaimana membuat creative idea untuk kampanye brand online Anda, tetapi menjelaskan secara teknis bagaimana mewujudkan creative idea Anda kedalam kampanye online.

Penjelasan ini bersifat pengenalan yang harus dipahami untuk marketing online, untuk teknisnya dapat diunduh pada akhir penjelasan ini. Anda pasti akan mengalami suatu kebuntuan dalam membuat creative idea di online, hal itu terjadi dikarenakan Anda selalu fokus pada kegiatan kampanye offline Anda ditambah pengetahuan online Anda yang masih meraba-raba. Pemahaman ini yang mungkin menjadi paranoid untuk mengajukan strategi IMC online kepada client Anda.

Strategi IMC online sama halnya dengan Strategi IMC offline, yang mengkomunikasikan satu pesan dan diimplementasikan ke berbagai media placement, tentunya disesuaikan dengan target market Anda. Perbedaan antara offline dan online adalah bahwa berkampanye online dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya atau dalam bahasa yang familiar-nya adalah Engagement. Walaupun pada offline hal ini pun sering dilakukan oleh Public Relation (PR). Social media hanya sebuah tools untuk memasuki social networking dengan gampang, tidak harus bekerja keras untuk membangun komunitas. Melainkan komunitas tersebut sudah terbangun, hanya tinggal bagaimana mengklasifikasikan needs and wants komunitas tersebut berdasarkan behavior. Untuk lebih kenal dengan social media, mari melanjuti penjelasan dibawah ini.

Social media tercipta dari kebutuhan untuk dapat berinteraksi satu sama lainnya tanpa batas usia, waktu dan tempat dan selain itu dengan didukung dengan teknologi yang terus berevolusi, maka terciptalah tools yang memiliki fitur dan fungsi yang berbeda satu sama dengan lainnya. Awal muasal hal ini terjadi dikarena kebutuhan akan berbagi, maka terciptalah tools seperti; YouTube yang fokus pada video online, Flickr yang fokus untuk menampung gambar, Slideshare yang dikhususkan untuk presentasi online dan Rapidshare yang khusus untuk menampung segala macam jenis file dalam ukuran yang besar ataupun kecil dalam kapasitasnya dan juga tidak kalah pentingnya adalah blog.

Kehadiran blog menjadi sangat diminati, dikarenakan sangat mudah mengoperasikannya dan juga tidak mengeluarkan biaya. Dengan blog ini setiap orang dapat ‘berteriak’ mengutarakannya kedalam tools ini dari berbagi tentang teknologi yang update hingga membicarakan gaya hidup. Konsep ‘Share’ ini memberikan kesimpulan bahwa tools yang telah disebutkan tadi merupakan suatu fasilitas yang dapat memberikan ruang bagi setiap orang untuk dapat memberikan dan menerima ilmu pengetahuan dalam bentuk apapun dalam dunia online.

Kata kunci ’share’ ini akhirnya berevolusi menjadi ‘Engagement’, tidak hanya berbagi saja, tetapi setiap orang dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya. Terbuka tanpa harus ditutupi, baik buruk akan terlihat secara telanjang dan akan dinilai secara langsung oleh siapapun. Hal ini yang harus diperhatikan dampak baik dan buruknya bagi pemilik brand, keberadaan suatu brand didalam dunia online sangatlah sensitif. Jika tidak peka, maka keberadaan brand di online akan hilang dengan cepat ataupun terpuruk. Jika peka, maka akan menjadi buah bibir yang baik dan menimbulkan buzz yang positif yang tersebar dalam hitungan detik terhadap brand tersebut.

Dengan Engagement ini, terciptalah tools yang dapat mewujudkan revolusi tersebut pada dunia online. Facebook dan Twitter adalah hasil akhir dari revolusi ‘Engagement’ ini yang mempunyai komunitas paling banyak diminati diseluruh dunia. Walaupun tools ini bukan merupakan pioner pada social media, tetapi keberadaannya dapat merubah behavior manusia.

Download Tutor ‘Mengoptimalkan Blog Perusahaan Anda’ via Slideshare