Posts Tagged ‘integrated marketing communication’

10
Feb

IMC Online


Image: Arbent.net

Selama mengamati kegiatan online setiap hari, akhirnya kami dapat menyimpulkan dan menjabarkan bagaimana membuat strategi Integrated Marketing Communication (IMC) online secara teknis serta tips dan tricknya. Dalam hal ini kami tidak menjabarkan bagaimana membuat creative idea untuk kampanye brand online Anda, tetapi menjelaskan secara teknis bagaimana mewujudkan creative idea Anda kedalam kampanye online.

Penjelasan ini bersifat pengenalan yang harus dipahami untuk marketing online, untuk teknisnya dapat diunduh pada akhir penjelasan ini. Anda pasti akan mengalami suatu kebuntuan dalam membuat creative idea di online, hal itu terjadi dikarenakan Anda selalu fokus pada kegiatan kampanye offline Anda ditambah pengetahuan online Anda yang masih meraba-raba. Pemahaman ini yang mungkin menjadi paranoid untuk mengajukan strategi IMC online kepada client Anda.

Strategi IMC online sama halnya dengan Strategi IMC offline, yang mengkomunikasikan satu pesan dan diimplementasikan ke berbagai media placement, tentunya disesuaikan dengan target market Anda. Perbedaan antara offline dan online adalah bahwa berkampanye online dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya atau dalam bahasa yang familiar-nya adalah Engagement. Walaupun pada offline hal ini pun sering dilakukan oleh Public Relation (PR). Social media hanya sebuah tools untuk memasuki social networking dengan gampang, tidak harus bekerja keras untuk membangun komunitas. Melainkan komunitas tersebut sudah terbangun, hanya tinggal bagaimana mengklasifikasikan needs and wants komunitas tersebut berdasarkan behavior. Untuk lebih kenal dengan social media, mari melanjuti penjelasan dibawah ini.

Social media tercipta dari kebutuhan untuk dapat berinteraksi satu sama lainnya tanpa batas usia, waktu dan tempat dan selain itu dengan didukung dengan teknologi yang terus berevolusi, maka terciptalah tools yang memiliki fitur dan fungsi yang berbeda satu sama dengan lainnya. Awal muasal hal ini terjadi dikarena kebutuhan akan berbagi, maka terciptalah tools seperti; YouTube yang fokus pada video online, Flickr yang fokus untuk menampung gambar, Slideshare yang dikhususkan untuk presentasi online dan Rapidshare yang khusus untuk menampung segala macam jenis file dalam ukuran yang besar ataupun kecil dalam kapasitasnya dan juga tidak kalah pentingnya adalah blog.

Kehadiran blog menjadi sangat diminati, dikarenakan sangat mudah mengoperasikannya dan juga tidak mengeluarkan biaya. Dengan blog ini setiap orang dapat ‘berteriak’ mengutarakannya kedalam tools ini dari berbagi tentang teknologi yang update hingga membicarakan gaya hidup. Konsep ‘Share’ ini memberikan kesimpulan bahwa tools yang telah disebutkan tadi merupakan suatu fasilitas yang dapat memberikan ruang bagi setiap orang untuk dapat memberikan dan menerima ilmu pengetahuan dalam bentuk apapun dalam dunia online.

Kata kunci ’share’ ini akhirnya berevolusi menjadi ‘Engagement’, tidak hanya berbagi saja, tetapi setiap orang dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya. Terbuka tanpa harus ditutupi, baik buruk akan terlihat secara telanjang dan akan dinilai secara langsung oleh siapapun. Hal ini yang harus diperhatikan dampak baik dan buruknya bagi pemilik brand, keberadaan suatu brand didalam dunia online sangatlah sensitif. Jika tidak peka, maka keberadaan brand di online akan hilang dengan cepat ataupun terpuruk. Jika peka, maka akan menjadi buah bibir yang baik dan menimbulkan buzz yang positif yang tersebar dalam hitungan detik terhadap brand tersebut.

Dengan Engagement ini, terciptalah tools yang dapat mewujudkan revolusi tersebut pada dunia online. Facebook dan Twitter adalah hasil akhir dari revolusi ‘Engagement’ ini yang mempunyai komunitas paling banyak diminati diseluruh dunia. Walaupun tools ini bukan merupakan pioner pada social media, tetapi keberadaannya dapat merubah behavior manusia.

Download Tutor ‘Mengoptimalkan Blog Perusahaan Anda’ via Slideshare