Social media tahun ini mulai menurun jumlah aktivitasnya, yang biasanya setiap hari memandangi Facebook dan Twitter, lambat laun mulai merasa kebosanan, karena hanya melakukan aktivitas seperti, upload image, share post, comment kepada sesama, dan lain sebagainya. Hal ini karena Facebook ataupun Twitter tidak melakukan hal-hal yang kreatif yang signifikan dan terlihat hanya kemasan ataupun systemnya saja yang mengalami perubahan. Berbeda dengan Youtube yang mempunyai ide kreatif, tidak hanya sebagai media video saja, tetapi video yang bisa berinteraktif, berseri, dan lain-lain. Dibawah ini kreasi yang dapat dibuat melalui YouTube, seperti:
Interactive Video
User dapat melakukan interaktif tidak hanya melihat audio video saja, melainkan dapat berinteraksi dengan menggunakan keyboard ataupun mouse, seperti creative campaign di YouTube dibawah ini:
Creative Video
Berbeda dengan interactive, creative video ini mengedepankan cerita dari video yang dituangkan secara creative, seperti pada contoh dibawah ini:
Thematic Video
Cerita dalam video ini selalu diakhiri dengan sebuah pilhan, dan pilihan tersebut yang akan meneruskan cerita selanjutnya. Terkadang membosankan, kadang juga ada rasa penasaran. Dibawah ini adalah beberapa contoh dari Thematic Video
Banyak cara untuk mengunduh video dari YouTube ataupun Vimeo, tetapi jika download satu per satu mungkin agak menjengkelkan dan belum juga koneksinya yang sering putus-putus, dibawah ini langkah mudah untuk mengunduh video dari YouTube secara simultan.
Cara download multiple video dari YouTube secara simultan:
1. Install dan download aplikasi Xilisoft YouTube Video Converter
2. Buka video dari YouTube, copy link nya, misal: http://www.youtube.com/watch?v=PQGrIsYUm4c
3. Buka aplikasi Xilisoft YouTube Video Converter, New Download –> paste dan Ok
4. Video selanjutnya, silahkan diunduh secara simultan.
Berbeda cara jika mengunduh video dari Vimeo, karena video dari Vimeo merupakan sebagian besar hasil dari portfolio para motion graphic. Cara-cara mengunduhnya, sebagai berikut:
Cara download video dari Vimeo:
1. Install terlebih dahulu QuickTime Pro
2. Buka website, www.keeptube.com
3. Buka video dari Vimeo, copy link nya, misal: http://vimeo.com/2175648
4. Paste di URL box, tunggu beberapa saat dan akan muncul link untuk mendapatkan link dowloadnya pada Download Options.
5. Buka link downloadnya, tunggu beberapa saat hingga video selesai loading, sesudah itu klik tanda panah kebawah pada aplikasi Quicktime, Save As Source.
Selamat mencoba, ada cara yang lebih cepat dan download secara simultan?
Sore-sore  menjelang malam, kami menemukan sample penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) online, yaitu Skittles, permen warna warni. Apakah Anda pernah mencobanya atau mengetahui product tersebut?. Mari kita lihat penerapan IMC yang dilakukan oleh Skittles.
Pertama, kita melakukan pencarian dengan menggunakan Google search engine, dan ternyata penggunakan dengan kata kunci ’skittles’, wow banyak sekali terkoneksinya.
Kedua, kita memasuki official websitenya, seperti apakah gerangan?. Ternyata websitenya hanya single page, scroll down.. scroll down… dan scroll down..
Ketiga, kita memasuki wilayah social media: Facebook. Didalam Facebook, Skittles membuat aplikasi yang engagement walaupun hanya sebatas memfasilitasikan fitur comment, but it’s great!
selain iklan yang engagement, Skittles memaksimalkan fitur yang ada di Facebook, yaitu Menu Discussion untuk mencari insight terhadap product ini.
Keempat, kita mencari tahu apakah di YouTube product Skittles ini ada? Aha, video yang ada di YouTube sama dengan yang ada di Facebook Video, terkoneksi dengan baik.
Kelima, kita memasuki wilayah realtime update, yaitu Twitter. Skittles is there!, tetapi sepertinya kurang terupdate dengan baik.
Keenam, karena dimana-dimana terlihat banyak gambar. Apakah gambar – gambar tersebut yang berhubungan dengan Skittles ada di Flickr? Ternyata gambar-gambar ini selalu menggunakan nama file gambar menggunakan kata ‘Skittles’.
Ketujuh, Skittles juga menggunakan Wikipedia sebagai informasi tentang productnya.
Diatas adalah beberapa contoh penggunaan IMC online yang dilakukan oleh Skittles. Hal ini tidak luput dari pesan yang ingin disampaikan, karena jika melihat secara keseluruhan, dari tone manner hingga konsepnya terlihat jelas, rapi dan tersusun.
Bagaimana dengan perusahaan Anda, apakah sudah terintegrasi dan memaksimalkan brand dengan social media? Jika belum, tidak ada salahnya untuk mencoba, jika sudah jangan lupa untuk mengupdatenya.
Google Buzz adalah layanan jejaring sosial yang hampir mirip dengan Twitter, tool ini bukan merupakan suatu inovasi melainkan hanya membuat product differentiation dari product Google. Meroketnya jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang tiap harinya terus meningkat dalam jumlah yang bergabung dalam sosial tersebut, maka Google merasakan bahwa kekuatan pasarnya terganggu. Dalam kurun hanya hitungan bulan, Google mengeluarkan berbagai tools yang sampai saat ini masih belum terasa impactnya, salah satu product Google adalah Google Wave, yang mempunyai fitur mengintegrasikan dan mengkolaborasikan komunikasi secara realtime.
Konsep strategi Google berbeda dengan Apple yang menetrasi pasar dengan cara terbuka terhadap productnya yang kita dapat dengan mudah mengenali product dari Google. Jikalau ada third party, pastinya sudah diakuisisi oleh Google, seperti Picasa untuk share images, YouTube untuk share videos dan RSS Feed seperti Feedburner sudah menjadi bagian dari Google Feed. Sebelum Feedburner ini diakuisisi oleh Google, Google mengeluarkan product untuk RSS Feed, yaitu Google Reader, tetapi peminatnya kurang dan untuk mengakses Google Reader ini hanya untuk yang mempunyai account Google (lock in). Sedangkan setiap pemain blog memiliki tool untuk RSS Feed menggunakan Feedburner dikarenakan mudah dalam mengoperasikannya, oleh sebab itu Feedburner ini sekarang sudah dimiliki oleh Google. Dengan contoh yang dijelaskan diatas terbukti bahwa Google ingin menguasai semua lini di dunia maya. Question: Bagaimana strategi Google Reader selanjutnya dengan adanya Feedburner?
Tak kalah hebatnya, semua lini teknologi Google ingin ikut bergabung meramaikannya dengan hadirnya sistem operasi Android dengan merangkul vendor smartphone sebagai uji coba pada OS Android pada smartphone. Setelah berhasil menggandeng vendor smartphone tersebut, lahirlah product pertama Google untuk smartphone yang dikenal dengan Nexus One. Question:Akankan Nexus One bisa mengalahkan market share Blackberry atau iPhone?
Kalau melihat pergerakan dari product – product yang dikeluarkan secara beruntun ini yang dapat dipantau melalui Google Labs dari Google Blog. Google merasa kagum dengan Facebook yang mempunyai market share social media yang besar. Sedangkan Google lebih tertarik dengan konsep Twitter yang hanya mengirimkan pesan melalui 140 karakter seperti halnya SMS (short message service). Mengapa Google tertarik?, karena konsep Twitter ini sejalan dengan konsepnya Google yang ingin menciptakan Real-Time Search, oleh sebab itu terciptalah Google Buzz. Dari gerak gerik Google tersebut terlihat selain ingin mendapatkan market share dalam social media, Google juga sedang mempersiapkan amunisinya untuk mewujudkan impiannya di dunia maya, sebagai penguasa dalam search engine dengan mengusungkan real time search engine. Question: Apakah dengan hadirnya Google Buzz akan menggantikan peran Twitter?
Download ‘Perbandingan fitur Facebook, Twitter dan Google Buzz’ via SlideShare