Mencari customer insight via Twitter
Dalam mencari customer insight yang biasa kita gunakan adalah melalui pendekatan research Quantitative dan Qualitative berdasarkan data, ada juga dengan pendekatan secara perilaku konsumen setiap harinya dengan menggunakan metode Ethnography dan Netnography. Mencari insight menggunakan metode Ethnography dan Netnography sangatlah unik dan sangat menyenangkan, research ini mengkolaborasikan hasil data dengan persepsi, perilaku dan kebiasaan konsumen setiap harinya. Ilmu tentang Ethnography ini saya pernah dapati sewaktu kuliah S2 di Binus Business School oleh Pakar Ethnography di Indonesia, Amalia Maulana. Sedangkan pada Netnography mencari customer insight menggunakan media internet.
Sebelum mengarah ke objek pembahasan, sebelumnya kami menjelaskan dengan singkat tentang microblogging terlebih dahulu. Microblogging sama halnya dengan penggunaan short message service (SMS), tetapi microblogging ini hanya ada di Internet, bebas biaya dan setiap orang dapat melihatnya. Twitter merupakan microblogging yang sangat populer sekarang ini. Penggunaan Twitter di Indonesia sangatlah berbeda dengan penggunaan Twitter di luar Indonesia. Twitter di luar Indonesia digunakan sebagai sharing informasi secara real time, informasi tersebut bisa berupa berita yang update, issue yang terjadi, teknologi yang sedang berkembang dan lain-lain yang disampaikan melalui 140 karakter. Sedangkan penggunaan Twitter di Indonesia hanya sebatas status update yang sama hal dengan status yang ada di Facebook.
Banyak hal – hal yang tidak penting dituangkan kedalam status update pada Twitter, dari kebiasaan, memberikan informasi, curhat, gosip dan lain-lain (campur aduk). Hal tersebut dapat kita manfaatkan untuk mencari customer insight menggunakan media tools ini. Yang terpenting dalam mencari customer insight melalui media tools ini adalah apa-apa saja yang ingin diambil dan diolah dari data yang akan dicari, misal; mencari persepsi konsumen tentang product dengan brand A, atau mencari brand awareness saja, atau mencari tahu perilaku atau kebiasaan konsumen dan lain-lain (tentukan objectivenya).
Twitter Search adalah suatu tools untuk mencari kata kunci secara real time, Dibawah ini hasil pencarian dengan kata kunci Indomie dengan menggunakan fasilitas tersebut. (penggunaan brand Indomie hanya untuk sample).

Sedangkan jika menggunakan fasilitas Google Search, akan menghasilkan pendekatan yang berbeda, seperti contoh dibawah ini.

Dari contoh diatas, terlihat bahwa Twitter sangat powerful dibandingkan dengan mencari insight di Google Search, tetapi tidak menutup kemungkinan Google Search juga bermanfaat. Oke, kita kembali ke topic, cara mencari insight menggunakan Twitter adalah, mengumpulkan opini dari users, sesudah mendapatkan opini dari users, selanjutnya dikumpulkan terlebih dahulu dan selanjutnya diklasifikasikan menjadi beberapa kategori. Setiap kategori dikelompokkan lagi menjadi 2 kategori plus minus, yaitu Advantages dan Disadvantages. Setelah mengetahui plus dan minusnya, analisis juga competitornya dari indirect dan direct competitor, sesuaikan dengan strategi marketingnya, hubungkan dengan brand activation, kolaborasikan dengan media offline dan online, dan lain-lain.
Dibawah ini hanya beberapa sample dari custumer insight pada Indomie;
@adisthiew: indomie goreng pedas telor sosis goreng tabur keju cabe rawit.. sadisnya dirimu menari nari diotakku –> ada peluang untuk membuat Indomie dengan aneka rasa pedas dengan bahan yang alami seperti cabe
@IndraPrananda: Sarapan pake indomie kari ayam plus telor, maknyozzzz
) –> sarapan dengan Indomie (perilaku konsumen)
@PrissyWaworuntu: Terbangun karna harumnya indomie goreng,, tambah nikmat karna dimasakin suami tercinta –> persepsi konsumen
@sipirilla: Ya Tuhan, bau indomie goreng sama indomie kuah itu benar-benar menggoyahkan iman saya –> ini mah lebay ya
Mungkin diatas dapat membantu, jika ada yang kurang jelas akan disambung diepisode selanjutnya, cause it’s time to work!. Ciayoo
There's 0 Comment So Far
Share your thoughts, leave a comment!